Komoditi Berjangka

Apa sebenarnya maksud komoditi? Komoditi dapat didefinisikan sebagai sumber daya alam, yang dapat dirasakan, dicium aromanya, tumbuh, ditambang, konsumsi maupun diantarkan. Semenjak tahun 1800 hingga 1970, pasar komoditi maupun pasar futures masih sama, meskipun terdapat beberapa temuan baru di masa modern ini, kata-kata komoditi sering digunakan pada industri yang mendeskripsikan perdagangan komoditi berjangka, termasuk sektor finansial, contohnya kontrak Index Emas (USD/IDR). Perdagangan komoditi memainkan peranan yang cukup penting dalam pasar global. Perdagangan komoditi termasuk salah satu jenis investasi yang menawarkan peluang keuntungan di atas pendapatan dari tabungan atau deposito dapat dilakukan melalui Bursa Berjangka Jakarta, yang merupakan bursa dimana produk-produk investasi berjangka diperdagangkan secara resmi. Bursa ini memperdagangkan indeks-indeks luar negeri secara resmi, valuta asing ataupun produk komoditas berjangka. Peluang mendapatkan keuntungan itu diperoleh baik pada saat harga naik maupun turun serta melalui mekanisme margin.

Manfaat lainnya dari produk komoditas, barangkali dilakukan oleh para produsen komoditas, petani, pengusaha maupun konsumen yang melakukan transaksi lindung nilai fluktuasi harga komoditas. Melimpahnya panenan dan kekurangan sediaan senantiasa mengakibatkan fluktuasi harga di pasaran. Hal inilah yang mendorong terbentuknya suatu pasar yang memungkinkan para pedagang komoditas biji-bijian (grain), pengguna bahan baku (seperti pabrik, dll), perusahaan yang bergerak di bidang agro bisnis (misalnya untuk keperluan ekspor) untuk melakukan suatu transaksi “masa mendatang” atau “pembayaran didepan” atau yang dikenal dengan istilah kontrak serah (forward contract) untuk melindungi mereka terhadap resiko perubahan harga yang merugikan dan memungkinkan dilakukannya lindung nilai (hedge). Kontrak serah inilah yang kelak berkembang menjadi kontrak berjangka (futures contract). Di Bursa Berjangka ini petani bisa masuk ke pasar untuk jual langsung, tidak perlu ada emiten. Karakteristik dari komoditi yaitu harga adalah ditentukan oleh penawaran dan permintaan pasar bukannya ditentukan oleh penyalur ataupun penjual. Harga tersebut adalah berdasarkan perhitungan harga ditambah biaya-biaya. Syarat mutlak dari masuknya komoditi ke bursa adalah tidak adanya intervensi dari pemerintah dan harga harus dibentuk oleh pasar.

Berdasarkan Keppres, sudah ada tujuh komoditas yang dapat diperdagangkan melalui Bursa Berjangka, yaitu komoditi logam emas, kopi robusta, kelapa sawit (olein), lada, karet, coklat, kayu lapis. Namun kontrak komoditi yang paling populer adalah Gold, Olein/Kelapa Sawit serta Kopi Robusta. Kontrak komoditi ini tidak termasuk paper asset, berikut kami uraikan spesifikasi serta faktor yang dominan pada komoditi tersebut.

Logam Emas

Kontrak Logam lain yang biasa diperdagangkan adalah tembaga, emas, platinum, dan juga perak. Keperluan industri terhadap komoditi itu biasanya untuk konstruksi ataupun sebagai perhiasan. Gold atau Emas merupakan salah satu komoditi yang paling istimewa. Dengan memiliki kilau yang indah dan sifat fisiknya yang juga istimewa menjadikannya sebagai komoditi yang berharga. Emas adalah konduktor yang sangat baik bagi panas dan listrik, tidak seperti logam konduktor biasa, emas mempunyai resistansi yang tinggi terhadap oksidasi sehingga tidak dapat berkarat. Karena hal ini, selain digunakan sebagai perhiasan, saat ini 15% dari permintaan emas adalah sebagai bahan baku untuk keperluan industri. Emas juga adalah alat penyimpan kekayaan yang nilainya sudah terbukti selalu bertahan. Dengan kondisi mata uang yang fluktuatif, nilai emas dapat bertahan tinggi dalam kondisi terburuk sekalipun, seperti pada masa resesi Amerika. Dalam masa krisis, orang-orang yang mempunyai emas tidak menderita kerugian sebesar orang-orang yang tidak memilikinya. Oleh karena itu terhadap mata uang asing (terutama dollar /AS), emas dapat berfungsi sebagai alat lindung nilai yang sangat baik.

Faktor yang mendominasi emas adalah situasi geopolitical maupun faktor ekonomi pada Negara produsen maupun konsumen, dimana pengaruh fundamental tiap Negara itu cukup unik. Harga emas biasanya sensitive pada statistic pertumbuhan ekonomi, contohnya laporan sektor perumahan. Makadari itu peserta perdagangan emas sering melihat harga kontrak emas future sebagai acuan trend ekonomi secara keseluruhan. Contoh lainnya, emas sering digunakan untuk melindungi nilai terhadap kondisi politik serta ketidakpastian ekonomi, serta banyak nya bank sentral yang menggunakan cadangan emas terhadap mata uangnya.

Olein/Kelapa Sawit

Olein merupakan produk turunan dari CPO. Semua komponen buah sawit dapat dimanfaatkan secara maksimal. Buah sawit memiliki daging dan biji sawit (kernel), dimana daging sawit dapat diolah menjadi CPO (crude palm oil) sedangkan buah sawit diolah menjadi PK (kernel palm). Ekstraksi CPO rata-rata 20% sedangan PK 2.5%. Sementara itu serta dan cangkang biji sawit dapat dipergunakan sebagai bahan bakar ketel uap. Minyak sawit dapat dipergunakan untuk bahan makanan dan industri melalui proses penyulingan, penjernihan dan penghilangan bau atau RBDPO (Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil). CPO juga dapat diuraikan untuk produksi minyak sawit padat (RBD Stearin) dan minyak sawit cair (RBD Olein). RBD Olein terutama dipergunakan untuk pembuatan minyak goreng. Sedangkan RBD Stearin terutama dipergunakan untuk margarin dan shortening, di samping untuk bahan baku industri sabun dan deterjen. Pemisahan CPO dan PK dapat menghasilkan oleokimia dasar yang terdiri dari asam lemak dan gliserol.

Sumber Daya ini esensial bagi bahan makanan, harganya sangat sensitive terhadap kondisi cuaca maupun iklim pada area perkebunannya, terutama kondisi cuaca saat musim panen. Kondisi ekonomi juga akan mempengaruhi dari sisi permintaan. Karena Kelapa sawit integral dengan naiknya popularitas penggunaan minyak goreng, pasar ini juga terpengaruhi oleh energi serta prospek permintaan bahan bakar.

Kopi Robusta

Kategori perdagangan ini erat kaitannya dengan bahan makanan, termasuk juga cocoa, kopi, gula, dsb. Permintaan konsumen global, seperti halnya faktor penyakit, hama, serta hujan yang berkepanjangan akan mempengaruhi komoditi ini. Iklim cuaca buruk di area perkebunan tersebut akan memiliki dampak serius pada jumlah panen serta prospek produksi jangka panjangnya. Nilai tukar mata uang internasional juga akan mempengaruhi produk ini secara global, selain itu faktor lainnya tariff ekspor/impor event geopolitik pada Negara produsen.

About these ads

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.