Fundamental Dan Teknikal

Investasi dilihat dari wilayah atau obyek investasinya dibagi menjadi dua yaitu sektor riil dan sektor finansial. Kedua sektor ini telah lama digeluti meski tentu saja sektor riil pada awalnya merupakan perintis awal dunia investasi. Kedua sektor tersebut memiliki hukum besi seperti biasanya di dunia investasi, yakni “No pain no gain” Harapan keuntungan dan risiko adalah dua muka dari sebuah koin, yang tidak mungkin diambil sebelah saja. Dalam bisnis, orang atau institusi yang mengiming-imingi keuntungan tinggi tanpa risiko dapat dipastikan sebagai pembohong. Semakin tinggi tingkat keuntungan yang ditawarkan, maka akan semakin tinggi pula resiko yang harus ditanggung. Ini adalah prinsip sangat mendasar dari kegiatan investasi, yang selalu disebut di semua buku teks investasi maupun berbagai tulisan dan bahasan tentang investasi. Dengan kata lain dari semua produk yang diperdagangkan di bursa berjangka global, yakni produk derivatif (kontrak) nilai tukar uang, indeks, dan komoditi, hasil trading tidak terjamin dimana pengalaman individu mungkin yang akan membedakan. Memainkan dana dalam produk tersebut berpeluang memberi imbal hasil lebih besar, tetapi juga membutuhkan analisis dan keahlian lebih luas.

Sebenarnya, ada 2 tipe analisis yang dipakai untuk menganalisis pergerakan saham, yaitu analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental lebih ditujukan untuk menganalisis fundamen keuangan perusahaan/negara (why), sedangkan analisis teknikal ditujukan untuk mengetahui pola pergerakan saham berdasarkan –biasanya- grafik historis (when to buy ). Dalam ekonomi pasar, harga ditentukan oleh interaksi antara supply dan demand, penelitian supply dan demand ini juga dikenal sebagai studi fundamental atau analisis fundamental, sementara pengertian dari analisis teknikal adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga dan tren pasar di masa depan melalui studi grafik historis dengan pertimbangan harga instrumen, volume perdagangan dan bila mungkin minat atas instrument.

Analisis Fundamental

Estimasi nilai pasar yang sebenarnya terhadap suatu komoditi, nilai tukar atau index dapat menggunakan prinsip dasar hukum permintaan dan penawaran yang direfleksikan ke pasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan di masa lalu akan membantu kita untuk membangun suatu ekspetasi terhadap permintaan di masa mendatang serta dampak nya terhadap nilai pasar. Permintaan untuk produk tertentu atau jasa mewakili seberapa besar keinginan orang-orang untuk membelinya pada tingkat harga yang berbeda-beda. Oleh karena nya permintaan dapat diartikan sebagai korelasi antara harga dan kuantitas, dimana faktor lainnya yang dianggap konstan. Secara keseluruhan korelasi antara harga dengan kuantiti adalah negatif, artinya semakin tinggi level harga maka semakin rendah pula kuantiti yang dikehendaki. Permintaan pasar dijumlahkan dari permintaan seluruh individu dalam pasar atau bursa. Sementara perilaku penawaran termasuk diantara lain jumlah perusahaan yang menghasilkan suatu produk, teknologi, cuaca, situasi politik. Permintaan dan penawaran pasar akan dipengaruhi oleh variable lain seperti tingkat suku bunga, inflasi, pendapatan bruto, sektor tenaga kerja, penjualan. Setiap negara atau perusahaan memiliki laporan utama yang kurang lebih sama dan berpotensi untuk menggerakkan harga. Sementara permintaan terhadap komoditi agrikultur umumnya dipengaruhi juga oleh lokasi, kontrol kualitas, iklim, serta pembiayaannya.

Perlu dipahami bahwa pasar bebas dikendalikan oleh konsumen bukan produsen. Maka nilai pasar untuk suatu produk tertentu ditentukan dari nilainya terhadap konsumen. Semakin tinggi suatu harga berarti semakin besar profitnya dan semakin besar profit akan menyediakan insentif yang lebih besar yang akan memperluas produksi daripada produk tersebut serta pelayanan yang akan mempertinggi nilai konsumen. Maka permintaan beli yang terbesar datang dari respon pasar untuk mendapatkan profit. Di sisi lainnya, ketika konsumen enggan membeli apa yang ditawarkan pada harga tertentu, maka penjual akan menurunkan nilai harga secara dramatis hingga menghasilkan suatu kerugian pada produsen, pada ujungnya akan memangkas produksi karena berkurangnya insentif pada produsen. Harga hanya dapat naik jika konsumen rela dan mampu untuk membayar lebih. Nilai harga akan stabil dan berubah-rubah dalam fluktuasi lebar dikarenakan pergeseran nilai ekuilibrium antara permintaan dan penawaran ini. Untuk menjadi pedagang yang baik kita harus waspada terhadap setiap faktor yang berpotensi menggerakkan harga tersebut. Trading pada saat news dirilis dapat merupakan alat bantu yang signifikan dalam forex trading. Jika anda mau, dapat digunakan terpisah dari analisa teknikal. Laporan berita ekonomi seringkali menyebabkan pergerakan short term di pasar, yang merupakan peluang trading yang sangat baik bagi beberapa trader. Dan dengan pasar forex yang dibuka 24 jam sehari dalam pasar global, banyak sekali peluang yang datang hampir setiap hari untuk menangkap fluktuasi pasar ditimbulkan oleh laporan berita ekonomi.

Analisis Teknikal

Analisis ini didasarkan pada beberapa prinsip basic, yaitu sejarah biasanya akan terulang lagi, sehingga pola pergerakan pasar pun dapat diketahui. Kedua harga pasar mampu merefleksikan kondisi kejadian yang mempengaruhinya, baik secara internal maupun eksternal. Dan ketiga harga pasar akan selalu mengikuti tren, baik tren naik maupun tren turun, sehingga harga saham pun akan sangat tergantung oleh isu. Secara ringkas studi teknikal kebanyakan studi dari market action yaitu efek yang ditimbulkan dari pergerakan pasar. Dengan mengkombinasi berbagai cara penggunaaan grafik harga, serta indikator grafik yang tepat, anda dapat mengkontrol management resiko, meningkatkan profit, dan yang paling penting untuk bertahan dalam bisnis ini untuk jangka panjang. Seiring dengan keahlian anda menggunakan grafik serta analisis teknikal, maka ilusi dari ketidakberaturannya pasar akan berangsur-angsur hilang. Tentunya ini akan meningkatkan kepercayaan diri seorang investor dalam menentukan keputusan krusial dalam pengambilan posisi.

Kemampuan prediksi harga komoditi tertentu dapat menggunakan konsep trend, trend-lines, price support, price resistance, volume, dan ada juga pola-pola grafik. Tambahannya ada juga indicator teknikal sebagai alat Bantu teknisi untuk membangun prediksi harga, contohnya yang populer digunakan antara lain moving average, Fibonacci, RSI, Stochastic. Berbagai kemampuan prediksi ini hanya merupakan langkah awal dalam proses pembuat keputusan. Selanjutnya dan lebih sulit dilakukan adalah market timing. Pergerakan minoritas di pasar hanya sedikit pengaruhnya terhadap kinerja transaksi, maka dari itu timing yang tepat untuk entry dan exit posisi sangatlah penting dalam segala aspek perdagangan di bursa berjangka. Timing is everything ketika berurusan dengan pasar komoditi, sementara timing hampir seluruhnya bersifat teknikal secara alamiah. Maka dari sinilah praktik prinsip-prinsip teknikal menjadi esensial dalam proses prediksi hingga manajemen resiko.

2 Comments

  1. ada buku khusus yang full membahas masalah analisis fundamentalnya g’????soalnya lagi nyari-nyari buku nih.^_^

  2. This site will guide you about Stock Market, stock guide, Investment, Finance, Links, Top Stocks, Buy, sell, Tips, money, valuation, PE, …


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s