Dollar Jatuh Secara Global, Sementara Euro Cenderung Naik

Dollar AS jatuh menyentuh rekor terendah terhadap euro seiring dengan menariknya obligasi pemerintah Jerman pada treasury yang terjadi pelebaran paling besar dalam 15 tahun. Nilai tukar AS juga jatuh terhadap yen, sementara dollar memang jatuh hampir terhadap semua mata uang Asia akibat spekulasi bank sentral di wilayah tersebut akan membiarkan mata uangnya menguat untuk memerangi inflasi. Ekonomi Eropa, dan Euro akan menerima konsekuensi imbalan dari pengalihan resiko. Searah dengan AS yang mendekati resesi setelah mengakhiri booming sektor perumahan selama 5 tahun, pertumbuhan di 15 negara yang menggunakan mata uang Euro masih stabil yang dengan mudah dapat melaju dibanding ekonomi Amerika untuk tahun kedua ini. Kebangkitan wilayah ini menjadikan Mr.Trichet, yang mengepalai meeting bulanan ECB, diperkirakan masih fokus untuk memerangi inflasi daripada memangkas suku bunga. Penduduk Eropa lebih suka menabung dibanding Amerika, hingga lebih sedikit yang berinvestasi di perumahan maupun saham, maka dari itu ekonomi nya cenderung lebih stabil di saat ada kekacauan sektor kredit secara global tanpa perlu menurunkan biaya peminjaman, atau menyediakan likuiditas yang memakan biaya tinggi.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s