Eksportir Jepang Menghadapi Resiko Seiring Melemahnya Dollar

Dollar terjun lebih dalam, level terendah terhadap euro dan, untuk pertama kalinya sejak 1995, lebih rendah dari 100 yen. Lemahnya dollar menimbulkan serangkaian masalah di penjuru dunia, mulai dari Jepang, dimana kuatnya yen menurunkan ekspor dan menimbulkan pelambatan atau resesi di perekonomian dunia No. 2. Bagi Jepang, efek lemahnya dolar dating di saat yang tidak tepat. Meskipun dengan pertumbuhan yang sedang selam 6 tahun, konsumen masih belum membuka dompetnya. Suku bunga Bank of Japan tetap di 0.5%. Fed menghadapi pelambatan ekonomi dan tekanan inflasi akibat tingginya harga minyak dan komoditas. Jika Fed memotong dratis suku bunga dimana ECB dan BOJ masih mempertahankan suku bunganya, hal ini menambah tekanan atas dollar, dan menambah kekhawatiran inflasi AS. Dollar cenderung melemah seiring turunnya suku bunga AS terhadap suku bunga luar negeri, karena mata uang lainnya lebih berharga di tangan investor. Jepang rentan akan fluktuasi mata uang karna perekonomiannya yang bergantung terhadap ekspor utuk pertumbuhan. Ekonomi Jepang tumbuh 2.1% tahun lalu, dan lebih dari setengah pertumbuhan dating dari ekspor. Lemahnya dollar membuat produk perusahaan Jepang lebih maha di luar negri, karna turunnya pendapatan dalam dollar yang harus dikonversikan ke yen.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s