Seberapa Jauh Terjadinya Penurunan S&P ?

sandp.png

Pertanyaan ini begitu menggelitik pada momen ini, sementara jawaban yang pasti tidak dapat diketahui, kita dapat saja membuat asumsi berdasarkan grafik teknikal maupun fundamental ekonomi. Dua penurunan pertama yang terlihat sebesar 9% dan 14% dari Double Stochastic yang menunjukkan level overbought, berarti penurunan kedua sekitar 55% lebih besar dibanding yg pertama. Menggunakan 55% tersebut sebagai acuan dapat juga mengindikasikan kemungkinan penurunan total sekitar 21% dari level double stochastic overbought yang ketiga, hingga memproyeksikan S&P pada area 1100 untuk penurunan ini.

Salah satu pertimbangan utama disini dua penurunan yang terjadi sebelumnya, sejalan dengan pemangkasan suku bunga The Fed yang berakibat kekecewaan pada pasar, berdasarkan kontrak Fed Fund Futures yang diperdagangkan pada saat itu tidak sesuai dengan realisasi The Fed. Maka kita perlu melihat kondisi futures tersebut sebelum meeting kemudian melihat apa yang akhirnya diputuskan oleh The Fed.

Fundamental

NFP yang menunjukkan kontraksi tenaga kerja untuk 2 bulan berturut-turut serta rata-rata 3 bulan sebesar -12,000 untuk pembentukan tenaga kerja. Jika tidak menghitung pembentukan kerja di sektor pegawai negara (38,000) maka sektor privat kehilangan 101,000 pekerjaan di Januari. Populasi penduduk yang bekerja jatuh 450,000 sementara jumlah pekerja sambilan/part time, yang kebanyakan ingin bekerja penuh namun tidak menemukan pekerjaan full time, naik sebesar 637,000 selama 12 bulan terakhir. Laporan dari survey ISM baik manufaktur dan non-manufaktur masih berkontraksi (sementara rate kontraksi meningkat di bulan Februari). Figur mingguan menunjukkan penambahan 29,000 penduduk yang mengumpulkan asuransi pengangguran. Survey consumer confidence yang masih menunjukkan pelemahan. Sektor perumahan mencapai teritori terendah baru baik dari segi harga maupun teritori tertinggi dari inventory dimana trend ini kemungkinan masih akan berlanjut.
Ada peluang besar untuk melihat pasar saham melakukan antisipasi penurunan ulang berdasarkan estimasi yang baru untuk resesi yang lebih dalam dan semakin bertahan lama dibandingkan perkiraan sebelumnya, seiring dengan konsumen yang menghadapi ancaman ganda atas jatuhnya nilai-nilai aset perumahan dan investasi seiring lapangan kerja yang melemah. Pasar saham belum mengantisipasi level resiko yang terlihat saat ini pada sektor kredit market, seiring resiko premium untuk kegagalan korporat yang melebar pada level tertinggi sepanjang masa.

Masalah Krisis Perumahan

Proposal di Washington untuk menolong peminjam akan membutuhkan waktu dan akan menghasilkan dampak yang terbatas jika mereka tidak mulai menghadapi masalah pemilik rumah dengan equity negatif.

Pemilih rumah dengan equity negatif memiliki insentif yang tinggi untuk melenggang keluar dari rumah mereka jika mereka yakin bahwa nilai nya akan semakin jatuh, terutama karena peminjam hanya dapat menyita properti dan tidak memiliki upah atau keuntungan lainnya. Kenaikan tingkat pengangguran selama masa penurunan ini akan membuat pemilik rumah gagal membayar sehingga akan semakin meningkatkan inventory rumah dan membawa nilai rumah semakin rendah, hingga menciptakan umpan balik negatif pada inventory rumah yang meningkat, jatuhnya nilai rumah dan membesar nya equity negatif. Maka dari itu, satu-satunya jalan untuk masalah perumahan ini dengan adanya standar yang dapat menurunkan pinjaman pokok.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s