Fed Memangkas Suku Bunga menjadi 2.25%

Sebagai usahanya untuk menjaga kestabilan credit market, dan awal dari pembebasan pinjaman maupun mortgage, The Fed memangkas suku bunga pinjaman utamanya sebesar 75 basis point hingga menjadi 2.25%. Anggota dewan FOMC yang berusaha untuk mencegah kejatuhan ekonomi maupun mengembalikan kepercayaan pada sistem finansial. Pasar tadinya mengharapkan pemangkasan 100 basis point cut hingga reaksi nya adalah “sell the fact after bought the rumour before”. FOMC menyebutkan dalam pernyataan resminya bahwa kebijakan moneter hari ini, dikombinasikan dengan kebijakan sebelumnya, termasuk sejumlah promosi untuk membangun likuiditas kembali, seharusnya dapat menghasilkan pertumbuhan yang moderate seiring dengan waktu dan mengurangi resiko aktivitas ekonomi, mereka juga mengakui bahwa “resiko penurunan pertumbuhan masih ada”

Terkait inflasi mereka juga menggarisbawahi bahwa “inflasi telah cukup terangkat ke level yang tinggi dan beberapa indikator ekspektasi inflasi telah meninggi.” Bagaimanapun anggota dewan komite masih mengharapkan “inflasi untuk menjadi moderate di triwulan ke depan, merefleksikan proyeksi penurunan energi dan harga komoditi lainnya serta berkurangnya tekanan pada penggunakan sumber daya alam.

Gubernur The Fed memberi suara untuk menurunkan suku bunga diskonto (discount rate), biaya untuk pinjaman langsung dari bank sentral menjadi 2.5%. Petinggi mereduksi spread normal 1 point-dari fed fund rate di bulan Agustus hingga menjadi 50 basis point untuk mengurangi keterbatasan likuiditas. Menambahkan reduksi sebelumnya yang dilakukan 17 Maret, melalui langkah darurat yang dilakukan akhir pekan.

Lebih penting lagi, President Fed Dallas Richard Fisher, dan dari Philadelphia, Plosser mengekspresikan ketidaksetujuannya dengan keputusan hari ini, dengan lebih memilih “aksi yang tidak terlalu agresif”. Sekarang akan sangat menarik untuk melihat bagaimana reduksi pada rate mortgage, dan secara esensial tingkat ketergantungan ekonomi pada kepuasan konsumen, reduksi bunga credit card. “Hasil ini termasuk ekspetasi pemangkasan berikutnya yang berkurang dan absennya berita berita krisis finansial yang terbaru, akan mengakhiri trend weak dollar.”

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s