Business Planning

Persyaratan untuk menjadi seorang trader atau investor mungkin dapat dikatakan cukup mudah. Anda dapat membuka account tanpa mengetahui hal mendasar mengenai trading. Apakah trading sama seperti profesi lainnya ? Dapatkah anda menjadi insinyur tanpa mempelajari kalkulus ? Dapatkah anda menjadi dokter tanpa sekolah kedokteran ? Dapatkah anda menjadi seorang pengacara tanpa mengikuti ujian pengacara terlebih dahulu ? Jawabannya tentu saja tidak. Yang serupa juga, dapatkah anda melawan pemain golf pro pertama kali anda mulai mencoba bermain golf ? Beranikah anda mengikuti turnamen catur melawan pemain catur master jika anda belum pernah main catur sebelumnya ? Jika iya, maka yang terburuk dapat anda lakukan adalah kalah beberapa game dan kehilangan harga diri anda. Namun bagaimana dengan orang yang kalah di futures market ? Tentunya tabungan anda dapat terkuras, sementara belum ada aturan baku tentang siapa yang layak atau tidak layak untuk bertransaksi di futures market.

Dari waktu ke waktu, banyak orang terjun ke market dengan sembrono, tanpa pengalaman, tanpa training dan tanpa ragu-ragu bertransaksi tidak dengan rencana trading yang formal. Seperti halnya bisnis lainnya, akan cenderung merugi jika gagal direncanakan dengan baik. Business Planning adalah tulang punggung kesuksesan di bidang ini. Perencanaan Trading akan membantu anda mengorganisasikan pemikiran maupun objektif anda, dan menghasilkan perencanaan untuk tetap trading dengan berhasil dan bertahan di futures market untuk jangka waktu yang lama.“Trading is a business, yang membutuhkan keterampilan dan profesionalisme. Anda tidak akan sukses dalam bertransaksi kecuali anda memiliki planning yang tepat dan secara konsisten anda jalankan”. Karena hal itu maka, kami merekomendasikan bahwa setiap trader maupun investor harus mengembangkan business planning sebagai panduan untuk bertransaksi. Bahkan meskipun anda seorang trader yang baik, kami masih tetap merekomendasikan pengembangan alat bantu perencanaan tersebut. Bagi mereka yang melakukan hal tersebut akan memiliki beban kerja yang ringan. Perencanaan anda harus meliputi beberapa area, visi anda ke depan terhadap market, tujuan anda, objektivitas anda, evaluasi pribadi kekuatan dan kelemahan account history (sejarah transaksi). Penilaian kerangka besar nya dan fundamental yang mungkin berada dibelakang trend. Pemahaman penuh atas kepercayaan terhadap arah market. Dsb. Business Planning dapat menjadi alat bantu bagi anda untuk secara berkelanjutan meningkatkan diri anda sendiri serta transaksi.

Berikut ini contoh template trade plan yang dapat anda ikuti :

Trading Plan: Kalkulasi Modal
1) A/C Balance: $………….

(Gunakan uang yang dapat berkesinambungan dan terjangkau)

a) Yearly Target: $……….

(Setiap Trader dapat menulis jumlah tertentu sesuai dengan ekspetasi return nya)

b) Monthly Target: $………..

(Berapapun jumlahnya, harus melalui pemikiran matang dan secara regular dievaluasi)

2) Resiko Maksimum Per Transaksi a) 1%-2% dari Account Balance.

(Bagi account yang lebih kecil, dapat membesarkan persentase resiko diatas hingga 5%).

b) 2% Contoh: $10,000 a/c = $200

(Maka dapat digunakan 1 lot dengan jarak stop loss 20 poin).

3) Ratio Win/Loss yang dapat diterima:

Target Win/Loss Ratio:

a) 50%

b) 70%

c) 1 : 1.5 ($10 resiko untuk pengembalian $1.50)

c) Current Ratio:  …………..% (Jumlah wins dibagi jumlah loss)

Dengan mempertahankan rasio ini. Secara otomatis trader dapat mengurangi transaksi yang berisiko tinggi

Arah Market
1) Date/Time:* 2) Arah Market:* Apakah 2a) Dollar naik *           atau 2b) Dollar turun *
3) Seberapa banyak lot yang digunakan untuk transaksi. (lot regular) a) Mengikuti Trend: (lot Regular.)* b) Melawan Trend (½ dari lot Regular)*
Mata Uang mana yang akan Ditransaksikan hari ini
4) Apa pair mata uang yang akan ditransaksikan: a) * b) Why:*

5) Fokus pair mata uang, Kerangka besar, Area Support dan Resistance. a) Angka Support:* b) Angka Resistance:*

6) Apa trend pair mata uang tersebut : Apakah: a) Naik*

atau: b) Turun*

c) apakah searah dengan arah market (dollar):

Yes/No*

7) Jika tidak searah cari pair mata uang yang lain. a) Tidak memaksakan diri.

b) Selalu ada peluang berikutnya.

Support & Resistance
1) Supp/Resistance jangka pendek.

(Tertinggi dan Terendah sesi sebelumnya merupakan area yang penting)

a) Tertinggi sesi sebelumnya:*

b) Terendah sesi sebelumnya:*
2) Area Entry dan Target. a) Entry: (didekat area 1a atau 1b ?) * b) Target: (Didekat area 1a atau 1b?)
3) Average Trading Range (ATR). a) 10 Day ATR:* b) Apakah target masih dalam range ?:*
4) Risk/Reward. a) Jumlah poin dari entry ke target : * b) Setengah dari 4a = 1:1.5 Risk/Reward, (area max. stop loss):*
5) Area Stop Loss. a) 4b (Area stop) harus dibawah level support, jika demikian berapa kira-kira angkanya:* b) Jika tidak ada support terdekat, maka cari area support berikutnya, (namun perlu diperhatikan rasio risk/rewardnya juga).
Signal Technical & Fundamental
1) Technical Signals. a) Signal apa yang dapat mengkonfirmasi transaksi:* b) Apakah signal telah siap, atau masih proses pembentukan:*
2) Apakah mata uang ini berkorelasi dengan komoditi. a)Oil/Gold/Stocks/Treasuries/None* b) Apakah komoditi diperdagangkan dalam arah yang sama :*
3) Periksa Kalender Ekonomi. a) Apakah ada berita yang ditunggu sehubungan dengan pair mata uang tersebut:* b) Jika ya, dan termasuk data penting, sebaiknya tunggu dulu.
Final Check
1) Account Balance:* a) % at risk on this Trade:* b) Jumlah lot:*
2) Entry:*

a) Resistance utama nya sudah jelas:*

b) high/low sesi sebelumnya sudah jelas :*

3) Target:*

a) Taking Profit sekaligus: Yes/No* b) Jika ‘Tidak’ pada 3a; ambil ½ nya saja dan memindahkan stop loss ke BEP :*
4) Stop:

a) Hanya memindahkan stop loss jika terdapat kondisi 3b b) Stop loss yang telah dipikirkan dengan matang seharusnya tidak dipindahkan lagi

Money Management

  • Trading secara professional hanya menempatkan resiko di kisaran 1%-5% per transaksi, tergantung pada persyaratan transaksi yang spesifik.
  • Pada account $100,000, 2% nya adalah maksimum kerugian sebesar $2,000, dan dapat juga terdiversifikasi dalam lebih dari 1 posisi, (dengan total 2% keseluruhan).
  • Kebanyakan trader akan mencari stop loss pada setengah dari 10 Daily ATR (Average Trading Range) untuk Intra-day trade, dan mungkin full ATR untuk trading jangka panjang.
  • Jika stop loss sebesar 60 poin, sebagai contoh, maka jumlah lot menjadi $2,000 dibagi 60 Pips = 30 Lots yang dapat terdiversifikasi lebih dari 1 jenis market.
  • Maka dari itu resiko 2% pada account $10,000 dengan Stop Loss 60 Pip = 30 Lots.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s