Krisis Sektor Otomotif di Eropa

Komisi Eropa dipanggil untuk membicarakan krisis di antara negara-negara Uni Eropa yang terkait General Motors sebagai kekecewaan yang menyebar tentang kurangnya informasi dari pembuat kendaraan tersebut bagi bisnisnya di Eropa, termasuk Opel dan produsen mobil Inggris Vauxhall serta pabrik produksi GM di Belgia, Jerman, Spanyol, Polandia, Inggris dan Swedia. Untuk menopang Opel, GM meminta bantuan senilai 3.3b euro ($ 4.2b) dari Jerman dan pemerintah Uni Eropa lainnya. GM melaporkan terdapat kelebihan kapasitas nya di benua Eropa hingga 30% dan menyiratkan mungkin akan menutup 3 dari 10 pabrik di Eropa jika pemerintah tidak membantu. GM memiliki lebih dari 55.000 karyawan di Eropa tetapi runtuhnya unit Opel akan mengakibatkan kehilangan sekitar 400.000 pekerjaan di seluruh Eropa karena lapangan pekerjaan pada perusahaan supplier Opel juga terancam ditutup. Kontroversi GM memberikan negara anggota Uni Eropa suatu tantangan baru pada saat banyak pemerintah memperkenalkan paket bantuan untuk produsen mobil domestik, meningkatkan ketakutan atas tindakan proteksionisme serta kurangnya kerjasama dan strategi koordinasi di dalam blok. Pemerintah Jerman enggan untuk memberikan bantuan secara langsung karena ada kekhawatiran bahwa dana tersebut hanya ditempatkan bagi perusahaan induk produsen mobil di Detroit (GI). Selain itu, pemerintah Jerman bahkan mempertimbangkan untuk mengambil saham di Opel, dimana produsen Jerman lainnya (Daimler, BMW dan Volkswagen) akan protes dan merasa iri.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s