Trend Market

Supaya bisa memperkirakan bagaimana trend pergerakan valas selanjutnya, kita perlu mengetahui bagaimana langkah bank sentral berikutnya dalam menyesuaikan suku bunganya.

Federal Reserve-Masih menahan suku bunganya setelah mengakhiri siklus pemangkasan bunga. Langkah berikutnya, dimana tidak akan terjadi dalam beberapa bulan ini, lebih cenderung untuk menaikkan suku bunga namun belum ada indikasi sementara ini kapan kenaikan suku bunga US dan meskipun memang jadi dinaikkan ada kemungkinan kenaikan itu hanya “sekali” yang mirip dengan apa yang dilakukan ECB pada meeting 3 Juli kemarin. Resesi yang perlahan tapi pasti di AS masih berlanjut kendati data GDP Q2 dan Q3 lebih baik dari Q1 karena imbas stimulus pajak yang dikeluarkan pemerintah AS. Kebanyakan bank US dan perusahaan financial masih dalam proses penambahan modal, maka dalam kondisi seperti ini masih sulit membayangkan the fed dapat merubah tingkat suku bunganya yang dapat menaikkan biaya pinjaman.
Dari perspektif inflasi, menggunakan angka PCE, kenaikan suku bunga juga belum terindikasi karena laporan inflasi dari tahun ke tahun hingga Mei masih di level 3.1% sementara core PCE hanya 2.1%, merupakan bukti bahwa tingginya biaya pangan dan energi belum berimbas ke laporan angka tersebut. Sebagai tambahan, angka dari tahun ke tahun pada PCE ini masih dapat berkurang di Q2.
Sehingga,Trend penguatan dollar belum dapat terjadi jika The Fed terlihat hanya menaikkan suku bunganya sekali dan dalam waktu 6 bulan mendatang The Fed belum menunjukkan adanya siklus kenaikan bunga berturut-turut seiring masalah sector perumahan yang belum sembuh (harga rumah menurun sementara inventaris rumah bertambah karena banyaknya rumah yang disita).
European Central Bank– Untuk ECB sejauh ini, setelah menaikkan suku bunganya sebesar 25bp, kepala gubernur ECB Trichet masih memperingatkan soal bahaya kenaikan inflasi tapi pada saat yang sama Beliau juga mulai khawatir dengan pertumbuhan ekonomi. Sehingga ECB terlihat masih netral (no bias), yang berarti suku bunga ECB dapat bergerak naik atau turun tergantung data ekonomi lebih lanjut. Negara2 di Eropa seperti Denmark yang telah berkontraksi, pertumbuhan ekonomi Irlandia yang diproyeksikan negative, serta berbagai masalah di Prancis, Italy, Spanyol dan Portugal. Bahkan Negara terkuat Eropa, yakni Jerman mulai menunjukkan pelemahan di bulan Mei, manufacturing orders jatuh untuk 6 bulan berturut-turut, turun 0.9% dari bulan April akibat permintaan domestic yang lemah, maupun perbankan kawasan Eropa yang masih membutuhkan penambahan dana segar, maka suku bunga ECB berikutnya lebih cenderung diturunkan namun probabilitas ini baru akan terlihat di akhir tahun.
Secara ringkasnya fase apresiasi euro telah berakhir, namun di satu sisi trend penguatan dollar pun belum memiliki pondasi yang kuat. Sehingga pergerakan eur/usd masih bolak balik dalam range lebar. Jikalau ada kenaikan lebih bagus untuk antisipasi jual diatas.

Proyeksi Pertumbuhan AS di Level Terendah 6 Tahun

Gross Domestic Product, nilai dari barang dan jasa yang dihasilkan dari ekonomi, akan jatuh di US dari estimasi 1.0% bulan lalu, diperkirakan hanya bertumbuh sebesar 0.5% saat ini. Analis kini melihat data konsumen bukan pengeluaran (spending) yang akhir-akhir ini menerima stimulus cek untuk barang dan jasa, namun terlihat mereka akan menggunakan rebate tersebut untuk membayar hutang terlebih dahulu.
Ini menyebabkan analis memiliki pandangan bahwa anggota dewan FOMC tidak akan mampu menaikkan suku bunganya, sampai pertumbuhan kembali terlihat di tahun 2009. Sementara pejabat administrasi melihat stimulus cek dapat menaikkan angka GDP.
Traders juga mulai membeli kontrak Fed Fund Futures, berspekulasi bahwa US akan menaikkan suku bunganya di akhir tahun, dan setidaknya satu kali naik. Sehingga angka Fed Fund futures memperlihatkan adanya 70% peluang kenaikan bunga. Hal ini menjadi alasan mengapa pergerakan tanpa trend masih berlangsung untuk mencari fair value di pasar valas. Dollar tidak akan jatuh, namun konsensus diantara analis / trader yang masih terbagi-bagi tidak menimbulkan aksi jual dollar. Kondisi ini bukan hal yang baik untuk membuka posisi.
Dollar cukup anjlok setelah Gubernur Fed Mr. Bernanke pidato didepan Kongres, dan kini cukup jelas bagi para pelaku pasar bahwa sektor keuangan US masih butuh waktu untuk memperbaiki neraca nya sebelum dapat membawa saham-saham naik lagi. Jika saham masih tertekan, maka yield pada bonds akan jatuh, dan berimbas pada harga Treasury, pada ujungnya akan memaksa dollar turun lebih jauh.
Minyak
Pasar komoditi ini merupakan pasar yang paling sulit diprediksi karena terkait oleh berbagai faktor. Bagaimanapun dengan kecendrungan absennya tensi geo-politik, minyak kemungkinan besar telah mencapai titik puncak atau mendekati peak. Ini bukan berarti harga minyak gak bisa naik sama sekali ataupun harga minyak bisa menurun dalam jumlah besar, namun probabilitas atas kenaikan harga yang dramatis selama 2 tahun terakhir telah berakhir (setidaknya untuk sementara ini) karena dua alasan :
  1. Permintaan telah menunjukkan pelambatan dan akan berlanjut melemah seiring ekonomi global melambat
  2. Seperti saya sebutkan pada artikel sebelumnya bahwa fase apresiasi euro telah berakhir, maka pelemahan dollar yang menjadi bagian dari apresiasi minyak selama tahun terakhir, dan tekanan dari faktor tersebut kemungkinan besar akan berkurang.
Maka dapat disimpulkan, ada probabilitas yang cukup besar untuk melihat minyak kembali diperdagangkan di level $110 dibandingkan $175 di akhir tahun ini, namun sekali lagi hal ini akan tergantung pada situasi geo-politik terutama mengenai Iran.

1 Comment

  1. investasi pasarvalas memang menjanjikan bos. main juga ke blog saya ya di http://infopasarvalas.blogspot.com


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s