Rupiah Terancam Melemah

Bisnis Indonesia

Nilai tukar rupiah masih berisiko melemah sepanjang pekan ini, menyusul sikap pasar yang cenderung wait and see menjelang pengumuman laporan ekonomi sejumlah negara pada pekan depan.

Risiko depresiasi nilai tukar juga dihadapi mata uang di kawasan Asia yang paling banyak ditransaksikan sebagai dampak penurunan ekspor dan rencana China memangkas kapasitas industrinya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian K. mengatakan pasar mata uang asing (foreign exchange) pada saat ini mengalami fluktuasi yang rendah yaitu sekitar 1% pada perdagangan hariannya. Pasar, menurutnya, masih menunggu pergerakan dolar AS.

Dia menjelaskan pasar tengah memantau kebijakan suku bunga Reserves Bank of Australia, Bank Sentral Eropa, dan pengumuman angka pengangguran AS. Ketiga data tersebut merupakan titik perhatian sejumlah bank sentral di seluruh dunia.

“Hingga kini masih ada kekhawatiran di antara para ekonom mengenai laporan makroekonomi yang buruk. Alasan inilah yang ikut membebani pergerakan rupiah,” katanya di sela-sela peluncuran Gebyar Online Trading Monex – IMF 2009, kemarin.

Kekhawatiran ekonom, ujarnya, berawal dari kebijakan pemerintah di seluruh dunia yang gencar mengucurkan dana stimulus fiskal dalam jumlah besar untuk menolong perekonomiannya keluar dari resesi.

Sebagian besar ekonomi khawatir ekspansi fiskal itu bakal berujung kepada bubble di perekonomian global, sehingga mengganggu nilai tukar mata uang.

Albertus menjelaskan pekan ini Monex mematok level Rp10.275 sebagai resistant level dan Rp9.700 per dolar AS sebagai support level untuk rupiah. “Saya kira minggu ini level ini [Rp10.275 per dolar AS] bisa tercapai. Bahkan dalam skenario terburuk, rupiah diperkirakan bisa kembali menembus Rp10.800,” katanya.

Namun, pada perdagangan kemarin sebagian besar mata uang di Asia, di luar Jepang, mencatat penguatan. Perbaikan bursa saham di kawasan itu menjadi penggerak penguatan mata uang.

Rupiah, berdasarkan catatan Bloomberg, kemarin tercatat menguat Rp15 menjadi Rp10.090 per dolar AS dari level pe nutupan sehari sebelumnya. Adapun, won dan dolar Taiwan menjadi pemimpin penguatan nilai tukar 10 mata uang di Asia.

Won ditransaksikan naik 0,7% menjadi 1.240,8 per dolar AS dan dolar Taiwan naik 0,2% menjadi 32,85 per dolar AS. “Beberapa eksportir melepaskan dolar AS-nya,” kata Henry Lin, pedagang valas Shin Kong Bank di Taipei tentang aksi ambil untung yang mengangkat penguatan dolar Taiwan.

Pasangan menarik

Pada kesempatan itu, Monex melaporkan pasangan mata uang USD/IDR menjadi salah satu opsi transaksi yang paling menarik pada saat fluktuasi pasangan mata uang utama dunia tidak terlalu besar.

Fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS dinilai cukup menarik investor mata uang terutama setelah mata uang domestik itu kembali melampaui Rp10.100.

Albertus mengatakan pasangan mata uang asing yang banyak dipilih di Monex adalah Euro/ USD yang menarik 13% dari nasabah, GBP/USD yang mencapai 10% dari nasabah, dan USD/JPY yang mencapai 7%.

Selain itu, Albertus menegaskan korelasi yang tinggi antar pergerakan pasar uang dan minyak. “Jika minyak kembali ke level US$75 per barel, rupiah bisa kembali menguat.”

Penguatan harga minyak akhir-akhir ini merespons sentimen pasar terhadap proyeksi pemulihan ekonomi dunia yang mengangkat harga saham-saham di bursa dunia, terutama Wall Street. Kondisi itu berimbas kepada bursa dalam negeri dan akhirnya berpengaruh pada nilai rupiah itu sendiri.

Laporan Divisi Treasury Bank BNI kemarin juga menyoroti kemungkinan pelemahan rupiah yang terimbas melambatnya laju indeks domestik pascapenurunan harga minyak ke level US$69 per barel. Saham-saham domestik didominasi oleh saham energi dan komoditas

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s