Keperkasaan Rupiah Diprediksi Berlanjut

Bisnis.com: Bank Indonesia memprediksi rupiah masih mampu mempertahankan tren penguatan nilai tukarnya terhadap dolar AS menyusul perbaikan fundamental ekonomi dalam negeri yang lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi awal.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya menuturkan bank sentral tetap berkomitmen agar nilai tukar bergerak stabil dengan memelihara pencapaian keseimbangan ekonomi domestik dan faktor eksternal.

“Nilai tukar rupiah masih akan menguat karena kepercayaan pasar global terhadap emerging market, salah satunya Indonesia. Di sisi lain, recovery ekonomi global memang terjadi tetapi masih lambat, sehingga muncul ketidakpastian,” katanya pada saat konferensi pers tentang hasil Rapat Dewan Gubernur BI, kemarin.

Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini bergerak di kisaran 4%-4,5% lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan sebelumnya 3,5%-4%.

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat sekitar 1% ke level Rp9.548 per dolar AS sejak pukul 15.34 WIB setelah sempat menyentuh Rp9.535 yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2008.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu nilai tukar rupiah ditransaksikan di level Rp9.640 yang dipicu oleh sikap antisipatif para investor menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dilaksanakan kemarin.

Peningkatan nilai tukar rupiah ke level terkuatnya dalam setahun terakhir dipicu oleh tingginya suku bunga, sehingga menarik dana asing masuk ke pasar modal dalam negeri.

Rupiah bersama peso Filipina memimpin penguatan mata uang Asia lainnya setelah pasar mengantisipasi para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga peminjaman di level rendah.

Bank Indonesia pada RDG itu memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 6,50% sesuai dengan antisipasi pasar. Bank sentral menilai kebijakan saat ini masih cukup kondusif bagi proses pemulihan perekonomian dan intermediasi perbankan.

Stabilitas ekonomi dan moneter dinilai tetap terjaga dilihat dari nilai tukar yang cenderung stabil dan tingkat inflasi yang rendah.

Namun, pada 2010 bank tersebut mengantisipasi penguatan aktivitas ekonomi dan harga komoditas terhadap potensi peningkatan laju inflasi.

“Rupiah memiliki ruang untuk menguat karena memiliki indikator makro yang harusnya mendorong itu, serta sejalan dengan fundamentalnya. Termasuk masih sejalan dengan sasaran inflasi,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, transaksi berjalan diperkirakan masih surplus pada tahun ini dan tahun depan, sehingga turut membuka ruang terhadap rupiah menguat cukup besar.

Arah pasar

Albertus Christian K., senior riset dan analis PT Monex Investindo Futures, memproyeksikan arah pasar uang saat ini belum berubah dari sebelumnya, di mana rupiah masih akan mengalami tren penguatan.

Tren penguatan rupiah ini, sambungnya, didorong pemulihan ekonomi meski penguatan saham global beberapa waktu terakhir sempat mengalami stagnasi akibat risiko kredit di sektor perbankan.

Vincent C. Sugianto, Senior Vice President, Head of Trade and Supply Chain Indonesia HSBC, mengatakan fluktuasi nilai tukar mata uang merupakan salah satu faktor penghambat pengembangan bisnis ke depan, terutama yang berbasis ekspor impor. (17/Hendri T Asworo) (nana.oktavia@bisnis.co.id)

Oleh Nana Oktavia Musliana
Bisnis Indonesia

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s